Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Oct 2, 2016

Frydate with Ima


Assalammualaikum,

Jum'at kemarin janjian sama Ima di Kokas buat makan ramen. Awalnya sihh aku tanya "Ma ga mau nonton Sully" jawabnya "Mau sihh Jay, tapi gw mau ke Kokas, mau ke Daiso, makan ramen, makan takoyaki, makan kue first love, makan ek krim" Ternyata si Ima ini sendirian aja ke mall, akunya mau ikutan, hahaha, jadilah janjian. Dari kantor 16.45 langsung order gojek dan meluncur ke Kokas. Ima sampai duluan, ketemu di Daiso. Barang-barang di Daiso lucu-lucu yaa, rasanya pengen dibawa pulang semua ke rumah, alhamdulillah aku ga kalap, hahahaha. Dari Daiso aku shalat, Ima makan takoyaki keju. Senengnya di Kokas itu mushalanya lumayan besar, bersih, dan bacaannya imamnya merdu. Selesai shalat makan ramen, yeayyy my favorite food ^.^
Aku order ramen ukuran kecil dan lagi-lagi pilihan yang tepat, pas porsinya untuk perut aku. 
Ramen Ikkudo's Tori Kara 
Dari ramen lanjut ke es krim, kita ke Shirokuma, karena pilihan es krimnya dominan rasa matcha, kita cuma order 1 porsi aja untuk berdua dan ndelalahnya rasanya kurang sesuai sama lidah kita, 1 porsi aja ga habis lho.....
Fruit Parfaid Shirokuma
Hejo....Hejo
Teman-teman saya bilang warna batik ini bagus, benarkah?


Dari Shirokuma kita jalan tanpa tujuan, putar-putar aja, hehehe. Terus nemu Grapari, ingat mau ganti kartu 4G, siangnya dari Bhinneka mau mampir Grapari malas, ehhh nemu di sini, rejeki anak sholehah kan namanya. Aku antri di mesin otomatis sekitar 3 orang di depan aku, jadi prosesnya ga lama, sekitar 10 menitan udah jadi kartunya.
Yeayyy Kartu 4G
Dari awal Ima pengen banget Mille Crepe untuk dibawa pulang, aku pun jadi ikutan beli (iyaa aku pengenan.....). Aku coba yang original/French Vanila seharga Rp 35.000, dan rasanya enak.....  Crepenya lembut tipis-tipis gitu, creamnya ga bikin eneg. Aku mau balik lagi coba rasa yang lain. 
Mille Crepe by First Love
Besok kemana lagi kita ma?
.
.
.
Salam
Poedjie
»»  Read More...

Nov 30, 2015

Joni Steak


Assalammualaikum,
Apa kabar? Tetep asyik kan?? Hope so.... ^.^

Cerita makanan lagi.....
Hari ini ova dan aku telat makan, kita ke Sunter dulu urus dokumen pengadaan, berangkatnya 12.30, baru bisa makan setelah urusan dokumen selesai. Dari Sunter 14.00, bingung mau makan apa dan dimana, aku usul aja deh ke Ova "Gimana kalau Joni Steak?" Ova pun mengangguk ^.^
Sebenernya kita udah beberapa kali makan di sini, tapi ga pernah diposting, hehehe 
Biasanya kita ke Joni Steak Gajah Mada, tapi terakhir mau makan di sana tutup, pindah lokasi ke Glodok, sebelah mananya kita ga tahu, kali ini kita di cabang Pasar Baru, Ini kedua kalinya aku ke cabang Pasar Baru. Kita pesan Secondary Cut Wagyu....

Secondary Cut Wagyu







Untuk dagingnya empuk, juicy, aku sama teman-teman lebih prefer makan di sini dibanding steak lainnya. Harganya pun lebih bersahabat dibanding toko sebelah, hehehe
Potato wages-nya enak ^.^
Untuk minum kita biasanya milih lemon tea.....





Ayooo coba dilihat ekspresi teman-teman saya waktu makan, hihihi
Monggo diartikan sendiri....






Tak perlu banyak berkata-kata lahh yaa, pokoknya kita kenyang, wekekekeke
Wassalam...
.
.
.
-Poedjie-

***Makanan yang aku coba hanya pendapat semata versi lidah aku yang amatir soal makanan ^.^
»»  Read More...

Nov 15, 2015

Kopi Oey Setelah Test


Assalammualaikum,
Cerita tentang makanan lagi, hihihi
Kebetulan aja sih ada moment makan sama teman-teman dan kebetulan juga difoto ^.^
Mau input kinerja juga belum bisa, nonton film korea pun takut candu karena penasaran jadilah kita menyimpan memori di blog hijau.....

Hari ini Jum'at 13 Agustus psikotest CAT untuk seleksi tugas belajar. Ini yang ketiga kali, semoga bisa lulus. Selesai test lapar terasa, ngajak Ima makan deh, tadinya pengen roti bakar keju di Sabang 16, tapi jadinya melipir ke Kopi Oey. Ini bukan yang pertama kalinya kita kesini, entah yang keberapa, cuma baru ditulis 2 kali ini. 

Ima pesan roti perantjis & nasi team ayam. Roti ini rasanya simple, ga terlalu manis, ga terlalu asin, cenderung flat tapi enak, berasa dibalut sama kocokan telur dulu sebelum dibakar meskipun sama sekali ga terlihat ada jejak telur di rotinya. Penampakannya terlihat gosong dan garing tapi lembut banget lho rotinya ga keras. Rotinya mungkin dioles butter atau mentega dulu sebelum dibakar, setelah matang ditaburi bubuk kayu manis. Enak.....
Roti Bakar Prantjis
Nasi team ayam sama aja sihhh kayak nasi team pada umumnya. Teksturnya lunak dan lembut banget, kalau sakit typhus makan ini bakalan cepet pulih dehh. Selain cincang ayam berbumbu sebagai topping juga ada ayamnya lho di bawah nasi, kalau kata Ima "aku menemukan harta karun" Ini pun enak versi lidah saya ^.^


Nasi Tiem Ayam
Beberapa hari yang lalu memang lagi kepingin nasi ulam, nasi ulam kampung yang bumbu serundengnya endang bambang gulindang. Pas baca menu ada nasi ulam, waaa pengen coba. Sebenernya menunya ga ada di Kopi Oey, adanya di menu sodaranya Rumate, tapi kita boleh pesan. Pas liat penampakannya cantik tapi rasanya ga sesuai sama cita rasa nasi ulam kampung, hehehe. Tapi masuk ke dalam kategori enak lahhh yaaa. Nasinya udah dicampur sama bumbunya + kacang panjang yang dipotong kecil-kecil. Beda banget sama nasi ulam pada umumnya. Sambalnya enak....
Nasi Urap Ayam Goreng
Minumnya kita pilih milo dinosaurus. Ini intinya milo diseduh dikasih es, dikasih taburan bubuk milonya lagi, dikasih whipped cream, dikasih sirup, enak...... hehehe
Milo Dinosaurus
Pulang dari sini perut amat sangat penuh, kenyang, alhamdulillah....
Wassalam...
.
.
.
-Poedjie-

***Makanan yang aku coba hanya pendapat semata versi lidah aku yang amatir soal makanan ^.^
»»  Read More...

Nov 8, 2015

Jjang Noodle


Assalammualaikum,

Saat ini 01.12 AM dan aku masih terjaga, hihihihi
Lagi ngerjain "never ending work" terasa lapar, buka dashboard nemu draft yang isinya foto-foto makanan waktu di Jjang Noodle. Mari diselesaikan postingan ini ^.^

Karena sering nonton drama korea otomatis jadi tahu makanannya dong yaaa, ga salah kan kalo penasaran mau coba makanan negeri ginseng ini. Berawal dari postingan Jjajangmyeon teman SMA di path, aku tanya dimana itu makanan dijual. Jawabannya di Jjang Noodle, Jl. Wolter Mangunsidi. Katanya No Pork, No Lard. Aku langsung bilang ke Ova yang amat sangat maniak Korea "Ova.... kapan-kapan kita makan Jjajangmyeon yuukkk".
"Di Jjang Noodle bukan? Kalau disitu aku udah pernah" jawab Ova
"Enak ga va?", aku tanya ke dia.
"Enak-anak aja", kata Ova.

Waktu pun berlalu.....
Senin, 26 Oktober 2015 kemarin ada visit media dari kantor ke Trans TV, kami pun sepakat akan ke Jjang Noodle pulang dari sana. Jadi dehhh kita ke sana plus Nisa dan Mbak Estu selesai acara visit media. Ova ngerti banget menu-menu di sini, jadi kita percayakan sama dia untuk milih menu. Tara..... makanan-makanan ini yang kita pesan....

Bibimbab
Bibimbab adalah nasi dengan sayur, daging dan telur mata sapi yang disajikan dalam hot bowl, plus pelengkap sambal. Makannya diaduk jadi satu, harus cepat-cepat diaduk supaya nasinya ga kering bak nasi aking. Ini enak, rasanya pas aja di lidah. Menurut Nisa ini yang paling juara dibanding menu lainnya yang kita pesan.

Dak Kang Jhong
Dak Kang Jhong adalah olahan ayam yang digoreng dengan tepung dan dicampur dengan saus pedas manis, macam koloke atau ayam kuluyuk tapi rasanya manis. Ini juga enak, hehehe

Budae Jiggae
Budae Jiggae, katanya ini yang paling favorit, aku bilangnya mie kari dengan kuah melimpah, wkwkw.... Isinya mie, sawi putih, bawang bombay, daun bawang, sosis, dan olahan daging/tepung yang bentuknya mirip sama sosis. Rasa kuahnya segar gitu, tapi kurang asin jadi harus tambah garam banyak-banyak biar pas. 
Jjajangmyeon
Ini dia mie dengan saus kacang hitam yang pengen banget dicoba, tapi aku kurang suka, rasanya terlalu pekat di lidah, jadi eneg. Kalau Ova doyan.... Jadi kembali ke selera masing-masing, hehehe
Kimchi
Aku juga ga berani nyoba Kimchi, wkwkwkwkwk. Lihat si Nisa sampe nyungir-nyungir aku kibar-kibar bendera putih aja. Dan Ova doyan, kalau pecinta korea emang harus semua yang berhubungan sama korea doyan yaa va, hehehehe. Salut sama Ova......

Yang menyenangkan adalah ini semua makanan yang bayar Mbak Estu, hehehehe
Terimakasih Mbak Estu...... Besok-besok lagi yaa.... ^.^
.
.
.
Wassalam,
-Poedjie-

 ***Makanan yang aku coba hanya pendapat semata versi lidah aku yang amatir soal makanan ^.^
»»  Read More...

Sep 17, 2014

HKC


Bener-bener ga sengaja dua hari berturut-turut ke HKC (Hongkong Cafe). Bukan tipikal aku banget nongkrong di cafe, mahal cyiiinnn, mending ditabung buat keperluan yang lain aja, hahahaha
Tapi sekali-kali boleh lahhh nyoba makan di cafe / restoran tertentu, sekedar memanjakan diri sendiri dalam rangka me-maintain pertemanan sekaligus berwisata kuliner, yaaaa sambil menyelam mencari mutiara :)
Kenapa dalam rangka me-maintain pertemanan? Kalau sendirian males banget, kalau ke tempat macam ini emang karena janjian sama teman yang jarang ketemu, yaaa siapa tahu malah ditraktir kan karena jarang ketemu, hihihihi
Pertama ke sini sama Ima dan Putri, teman seangkatan prajab. Awalnya mau coba ke Hangover Horse, dari review yang aku baca dekor interiornya unik menunya juga nampak ok, tapi pas ke sana tempatnya tutup, ga tahu alasannya apa, satpamnya cuma bilang "udah 2 minggu tutup". Setelah berdiskusi ya udah lah ke HKC aja, kebetulan tempatnya ga jauh dari tujuan pertama. Aku juga pengen nyoba sihhh, teman kantor pernah bilang kalau makanan di tempat ini "enak".
 Kita milih duduk dekat kaca, ada lampu-lampunya gitu sihhh, kayak manggil-manggil aja itu lampu supaya duduk di situ :)
HKC ini identik dengan bake ricenya, jadi lah kita pesan itu menu.  Beef Steak Pumpkin-Yam Sauce Baked Rice buat Putri, HKC Special Baked Rice buat aku, dan Black Pepper Beef Baked Rice.

Beef Steak Pumpkin-Yam Sauce Baked Rice
HKC Special Baked Rice
Black Pepper Beef Baked Rice
Dari ketiga nasi itu, paling suka sama pesanan aku, HKC Special Baked Rice, hihihi. Intinya sihhh nasi berbumbu dikasih topping keju mozarela, udang, dan chicken katsu. Kayaknya itu nasi dikasih butter, asin-asin gitu, berasa makan bubur tapi teksturnya lebih keras :)

Besoknya ke tempat ini lagi sama Triana dan Fitri. Triana lagi mudik dari Milan karena adiknya menikah. Berhubung mereka berdua kepingin makan di sini yaaa sudah, no problemo, tohhh aku pingin coba dessert mangga ini, buat makanannya pas dulu, gangguin makanannya Triana aja, hehehe
Mango Kiwi Shaved Ice

Mango Kiwi Shaved sesuai sama penampakannya, segar gitu, cuma buahnya kurang banyak. O iya mie di atas enak, kalau diajak ke sini lagi aku mau mie ini. Ga tahu nama menunya apa, rasanya gurih tapi ga bikin pusing. Toppingnya beberapa iris daging sapi dan chicken dumpling, enak....

Sayangnya tempat ini ga punya mushala yang ok. Waktu aku tanya ada mushala apa ga, Mbaknya jawab "ada mbak tempat shalat, tapi wudhunya di wastafel yaa" Dan ditunjukin lah tempat shalatnya, lantai 2 gedung itu yang notabenenya memang tempat buat customer. Mbaknya baik nanya bawa mukena dan sajadah atau ga. Aku cuma butuh sajadah, mukena selalu ada di tas, dan disediain itu sajadah ama mereka. Kalau mau kesini usahakan udah shalat dulu yaaa.....
Tempat Shalat
Selesai makan foto-foto di depan, tak lengkap rasanya tanpa berfoto, hahaha
Cantik  yaaa temboknya..... 
Thank you Triana... :)
»»  Read More...

Jun 14, 2014

Bubur Ayam H. Jewo, Jl. Tanjung, Menteng


Akhirnya makan bubur yang populer ini :)
Tapi ini kenapa jadi posting makanan mulu yaaa? Yang penting posting lahhh :)
Setelah sebelumnya ngajakin Dewi dengan modus supaya title "pecinta bubur ayam" segera diraih, tapi belum nemuin waktu yang pas, begitu juga ngajakin teman yang lain, belum ada yang terwujud. Dan nanya ke Ima "udah pernah makan bubur di jl. Tanjung belum?" Dia jawab "udah" dan katanya "enak". Makin penasaran lahhh aku sama bubur yang direview Mbot sebagai "bubur ayam No 3 terenak di Indonesia". 
Apalagi yaaa sekarang hampir setiap sore lewat jl. Tanjung, jadi gregetan, tapi udah raib gerobak buburnya, jualannya cuma pagi doang sihhh :(
Tibalah saatnya kemarin, hari jum'at ga olahraga, terus diajak sarapan, dari hari Kamis pada kepingin sarapan nasi uduk di Sabang, turun lah kami berempat, Bu'e, Teyun, Ova, dan aku.... Aku ngobrol sama Teyun cerita tentang si Bubur Jl. Tanjung, terjadilah kesepakatan kita bakal sarapan itu bubur satu saat nanti. Waktu nunggu Bajaj, aku bilang sama Bu'e dan Ova "nanti kapan-kapan sarapan bubur yaaa yg deket rumah Pak Harto"
Ehhh Ova nyeletuk "sekarang aja makan buburnya" dan semua ngangguk, hahahahaha *devil grin
Ternyata jaman mudanya Bu'e, dia pernah makan bubur itu, tahun 80an. Tapi dia sendiri lupa rasanya gimana. Yang dia inget itu bubur kesukaannya Pak Harto dan keluarga.
Berbekal informasi di blognya Mbot, jalan lahh kita. Ga susah koq dicarinya. Sepanjang Jl. Tanjung cuma ada satu gerobak bubur. Letaknya persis di depan rumah putih yang digambarin Mbot.
Jadi apa bedanya ini bubur ayam sama bubur yang lain?
Foto hasil ngebajak di FB Ova
Tekstur buburnya lebih kental dan udah ada rasanya, ga pake kaldu, ditabur merica dan sedikit kecap asin. Toppingnya kerupuk warna-warni, cakwe, seledri, dan ayam suwir. Yang bikin beda kerupuk warna-warni dan ayam suwirnya. Baru kali ini nemu bubur ayam ga pakai kerupuk merah, yang dipakai bubur ayam pada umumnya. Ayamnya ayam kampung dan suwirannya gede-gede gitu, jadi bikin lahap, hahaha
Monggo dinilai sendiri yaa dari deskripsi buburnya..... yang namanya makanan tergantung selera yang makan, ga bisa objektif, hihihihi
Selesai makan bingung kita mau pulang naik apa, secara ini lokasinya di dalam perumahan yang rumahnya gede-gede bingits. Alhamdulillah di kejauhan, sekitar 300m ada bajaj biru ngetem, aku samperin dan nego harga. Setelah deal jemput 3 teman yang lain, pulang lah kita ke kantor. Saran aku kalau mau ke sini naik taksi/bajaj dan malas jalan kaki ke tempat taksi/bajaj sering lewat, mending minta tolong tungguin, daripada bingung pulang naik apa, hehehe
.
.
.
Harga per porsi tanggal 13 Juni 2014 Rp 17.000  (lumayan mahal yaaa untuk ukuran bubur, untung kemarin ditraktir, hehehe)
»»  Read More...

May 18, 2014

Bubur Ayam Mitra


Udah cukup lama Dewi cerita tentang Bubur Ayam Mitra, asli bikin kepingin, kayaknya fenomenal banget ini bubur, jam 7 pagi udah abis di akhir pekan dan jam 8 di hari kerja. 11 Mei 2014 kemarin kesampean juga ngerasain bubur ayam ini. Sehari sebelumnya nginep di rumah Dewi, di daerah Mampang, kebetulan suaminya lagi tugas ke luar kota. Jam 06.00 pagi kita pun berangkat biar ga keabisan, Adine yang masih tidur pun niatnya diangkut demi bubur ayam, hehehe... Tapi alhamdulillah dia kebangun pas baru diangkat, jadi ga sadis-sadis amat :)
Lokasi bubur ayam ini di Jl. Fatmawati, tepatnya di sebrang Rumah Sakit Setia Mitra. Jangan dibayangin tempatnya kayak Bubur Baritonya yaaa, ini bubur ayam gerobak gitu yang dijual di pinggir jalan.
Penampakan Gerobak Bubur Ayam
Dan ini dia penampakan bubur ayamnya....
Semangkuk Bubur Ayam Mitra
Lalu gimana rasa buburnya?
Enak..... terbukti aku berhasil ngabisin itu bubur ampe bersih sihh, kinclong dahh mangkoknya...
Tekstur buburnya pas sama selera aku, ga terlalu encer juga ga terlalu kental. Ada potongan daging ayam kecil-kecilnya gitu di dalamnya, ini yang bikin beda. Untuk pelengkapnya sama seperti bubur ayam kebanyakan : kerupuk orens kemerahan, cakwe, ayam suwir, bawang goreng, kacang, daun seledri, sambal (aku sama dewi tanpa seledri & kacang, penting ini... siapa tahu ada yang mau beliin bubur ayam). Nahh yang bikin juara itu si sambalnya ini. Entah dibikin pakai resep apaan, bikin rasa bubur ayamnya makin cihuy.....
Dan bener lho jam 7 pagi udah abis buburnya, ckckckck
Biar kebagian sms abangnya dulu supaya disisain, Dewi punya No. HP abangnya, kalau ada yang mau nanti aku tanyain.
Untuk harganya aku ga tahu, soalnya yang bayar Dewi dan aku belum sempat nanya, hehehehe
.
.
.
Makasih Dewi....
Next kita ke Bubur Ayam Jl. Tanjung & Slipi yaaa biar afdhol predikat lu sebagai pecinta bubur ayam....
»»  Read More...

Apr 13, 2014

Hari 4 Liburan - Sop Durian Lodaya


Sop Durian Lodaya.....
Adekku, Engat yang minta ke sini hari Jum'at, katanya baru buka cabang di Jl. Margonda, Depok. Kata adekku juga, Sop Durian ini awal buka kedai di Bogor (warga Bogor mohon dikonfirm kebenarannya. Waktu makan hari Jum'at ini aku kirim fotonya ke Dewi, dia pun terkena racun durian dan mupenk mau nyoba dan ternyata pakai acara balik lagi lho... Jadilah kemarin kita janjian di tempatnya langsung.
Lodaya Margonda terdiri dari dua lantai, tempatnya bersih dan nyaman. Jumlah mejanya pun cukup banyak, sekitar 20 buah.
Suasana Lantai 2, masih sepi, baru buka cyin....
Untuk tempat makan yang baru buka, cukup ramai yaaa, waktu aku balik untuk kedua kalinya, hampir semua kursi terisi, mungkin karena udah terkenal di Bogor yaaaa. Menu yang ditawarkan di sini selain Sop Durian adalah minuman dengan varian kopi, soda, dan jus. Makanan berat ga ada yaaa, adanya siomay, batagor, mpek-mpek, kentang goreng dan aneka roti bakar. Rentang harganya Rp 13.000 - Rp 25.000 (belum termasuk pajak). Porsi Sop Duriannya ada dua macam: pas dan mabook, beda harganya antara kedua porsi tersebut adalah Rp 3.000 - Rp 5.000.
Menu
Sama Engat aku pesan Sop Durian Spesial Original, dia sendiri Sop Buah Durian.
Atas : Sop Buah Durian, Bawah : Sop Durian Spesial Original
Ini sop durian rasanya durian banget. Isinya cuma daging durian halus, potongan es batu, dan parutan keju. Ga ada air sebagai kuah sop, untuk pemanisnya aku ga tahu pakai apa, mungkin susu dan gula, tapi yang jelas rasa manisnya ga nylekit, manisnya pas lahh. Yang original isinya full durian, kalau yang pakai buah ditambah potongan melon dan apel, harusnya ada potongan strawbery juga, tapi stocknya lagi kosong. Intinya Sop Durian ini bikin nagih lahhh.
Packaging Take Away
Sama Dewi aku nyoba Sop Durian Anggur, jadi ditambah buah anggur hitam yang rasanya manis gitu ke dalam sop duriannya. Dewi milih pesanan aku yang sebelumnya, Sop Durian Spesial Original.
Sop Durian Anggur
Berhubung di sini ga ada bakso dan kita pecinta bakso, kita pindah lapak ke bakso satrio di Beji. Si Revi dititipin di parkiran Lodaya, kita ke Beji naik motornya Dewi. Di sini asli cuma makan bakso doang....
Bakso Satrio
Selesai makan bakso balik lagi ke Lodaya, tapi mampir dulu ke Donatelo, maksud hati sihhh cuma mau numpang parkir aja & lihat-lihat sebentar. Donatelo sama Lodaya ini sebrang-sebrangan, jadi nanti Dewi ga perlu putar balik pas pulang, macetnya ampun dehh. Muter-muter liat sepatu aku kepincut buat beli, tipe aku banget dahhh sepatu sendal gitu, harganya pun masuk ke budget, kebetulan sepatu aku udah mangap sihhh. Prinsip beli sepatu adalah beli saat mau jebol, kalau kebanyakan sepatu kasihan yang jarang dipakai, rusak karena cuma ditaruh dalam kardus, jadi cukup punya sepatu, dipakai setiap hari sampai jebol, hahahaha
Siap menemani kemana pun kaki melangkah
Sepatu didapat kita nyebrang balik lagi ke Lodaya.... Dewi pesan Sop Durian Anggur, aku pesan Iced Caramel Machiato. Buat teman minum kita pesan kentang goreng dan siomay.
Iced Caramel Machiato
Siomay & Kentang Goreng
Iced Caramel Machiatonya lucu..... ada 3 layer gitu sebelum diaduk untu menyatukan mereka. Meskipun rasa manisnya dominan di lidah, tapi aku suka, besok-besok kalau ada yang mau traktir di sini dikurangi aja pemanisnya, hehehehe
Siomaya dab kentang gorengnya standar aja rasanya. Kalau bahasanya dewi "so...so..."
Setelah semua makanan ini berpindah ke perut kami, aku pun shalat di situ, saatnya untuk berpisah... Waaa kenyang banget kemarin itu, sampai bega rasanya...
Next time kita wisata kuliner lagi yaaa dew....
Ini dia partner in crime aku..... Dewi....
Siapa mau ke tempat ini??? Ajak-ajak aku yaaa temans, hehehehe
»»  Read More...

Apr 12, 2014

Hari 3 Liburan - Nge-Perpus


Perpus UI
Jam 9 aku berangkat dari rumah dengan tujuan pertama ke Perpus UI. Aku janjian sama Engat, adekku. Pengunjung umum dikenakan biaya Rp 5.000, dapat sticker macam di Krisna, Bali. Kalau langsung masuk tanpa ke meja Mbak-mbaknya juga ga ketahuan sihhh kalau kita pengunjung umum. 
Sticker
Gedung Perpus UI ini bagus banget, arsitekturnya keren. View-nya bagus, menghadap ke danau gitu. Suasananya tenang, cocok buat belajar dan merenung mencari ilham. Untuk koleksi bukunya lebih banyak text book untuk kuliah. Aku perhatiin ga banyak pengunjung yang bereksplorasi dengan rak-rak buku, berjuang mencari buku yang dibutuhkan. Kalau pun ada yaaa mahasiswa-mahasiswa yang mencari referensi untuk tugas mereka. Andai buku-buku non pelajaran banyak di sini, perpus ini pasti lebih banyak pengunjungnya. 
Pintu Masuk Perpus dari Lobi
Aku ga lama di sini, males jepret-jepret juga, banyak yang belajar sihhh, jadi cepet bosan cyinnn, yang dicari ga ada sihh. Perpus ini juga dilengkapi Starbucks, Restaurant Korea, Bakso Malang Oasis, Indomaret, dan beberapa kafe lainnya di lobi (aku ga ngafalin).
View Danau
Suasana Lobi 

Cafe & Perpustakaan Zoe....
Dari Perpus UI lanjut ke Zoe, lokasinya di Margonda. Aku cuma penasaran aja sihh sama tempat ini, abis ada kata "library"-nya. Tempat ini didominasi warna merah, ada semacam kebun gitu di dalamnya. Mau nyebut taman koq yaa pohonnya tinggi-tinggi, bunganya jarang. 

Aku langsung ke tempat buku-bukunya. Koleksinya lebih banyak komik, novel ga terlalu banyak. Kayaknya manajemen perpus dan cafe-nya beda, ga terlihat menyatu. Untuk perpusnya bisa jadi member gitu supaya bisa dapat diskon kalau sewa. Komik sewanya 2.500 / buah, novel tergantung tebal-tipisnya, paling murah 5.000 / 6.000. Baca di tempat juga ada biayanya sendiri. Berhubung kemarin aku ga baca, cuma liat-liat jadi ga kena biaya dehh. 
Rak-rak Komik
Mumpung udah ke sini dan ga baca buku, jadi lah makan, hehehe
Ga makan berat koq, cuma pesan salad buah dan Chicken Wings.
Suasana Cafe
Salad Buah
Chicken Wings 
Untuk rasa kedua makanan ini standar aja menurut aku. Salad buahnya yaaa cuma buah potong : melon, pepaya, apel, dan semangka ditaruh di atas daun selada terus dikasih es krim rasa strawbery dan vanila. Bikin di rumah sendiri juga bisa tohhh, gampil. Begitu juga sama Chicken Wings, ini macam chicken wings beku yang banyak dijual di supermarket, dibakar pake saus barbeque, tarok piring dehh, heeee sok tahu bener yaaa aku.... Yahh intinya kedua makanan ini bisa dibikin sendiri di rumah dengan rasa yang lebih enak pastinya. Pulang dari Zoe mampir ke Sop Durian Lodaya, di Margonda juga. Aku posting di hari ke-4 yaaaa, soalnya aku ke tempat ini lagi keesokan harinya sama Dewi, biar sekalian aja gitu, hehehehe
Sampai jumpa di postingan selanjutnya :)
.
.
#Selera setiap orang berbeda-beda yaaa, orang lain bisa berpendapat berbeda mengenai makanan yang sama.
»»  Read More...
 

Copyright © 2008 Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez | Blog Templates created by Web Hosting Men