Showing posts with label BetterMe. Show all posts
Showing posts with label BetterMe. Show all posts

Jun 10, 2021

Hai Juni


Assalammualaikum. 
Hai Juni yang sudah berjalan sepertiganya, tahun 2021 sudah separuhnya terlewati dan ku masih begini saja, berkutat dengan self control yang masih acakadut. Berjibaku dengan diri sendiri untuk diriku yang lebih baik, *tsah kibas kerudung. 

Namanya manusia harus terus bisa memperbaiki diri dari hari ke hari. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, yang penting selalu berusaha, masalah hasil urusan nanti, kalau kata pepatah usaha tidak akan menghianati hasil. Bersyukurlah kalian yang self controlnya sudah baik, ndak perlu terus berjibaku seperti diriku, walau berat ku menikmatinya sambil ku belajar bagaimana mengajarkan anak self control pelan-pelan supaya tidak seperti diriku. 

Nothing special di bulan Juni ini, cuma menjalani rutinitas saja. Ehh tapi aku mulai ikut tahsin online gitu, rindu juga bacaan kita ditaklik dan dibetulkan makrajul hurufnya. Menyesal rasanya dulu ikut tahsin belum sampai tuntas, ndak papa kumulai lagi, biasanya menjadi anggota paling muda, sekarang jadi yang paling tua, hehehe. Sebenarnya lebih nyaman offline yaa daripada online tapi kan lagi pandemi gini tapi online menguntungkan juga buat buibu dengan baby and toddler, nggak perlu menghabiskan waktu di jalan, yaa semua ada plus minusnya.

Di bulan ini aku lebih aware sama diri sendiri, mau periksa dan test lab gitu. Berasa ngilu-ngilu gitu di area kemaluan, kan jadi parno yaa. Dua minggu yang lalu sudah USG, alhamdulillah ndak ada kista, jadi disaranin untuk papsmear dan test urine. Ini pun mengumpulkan keberanian untuk test-test itu. Ada yang merasa malah takut gitu kan kalau test dan nantinya hasilnya sakit. Tapi yaa lebih baik tahu sakit di awal sih biar bisa diobati dan sembuh. Pengen sehat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Ku ingin membersamai anak-anak sampai mereka dewasa dan beranak pinak, makanya kudu sehat dan strong. Gpp kan ikhtiar untuk bisa sehat dan berharap bisa hidup lebih lama. 

Sekarang juga mulai sadar diri untuk selalu bikin to do list, kerjain satu per satu dan nggak gampang terdistrak. Umur berbicara guys udah nggak bisa kayak dulu kebut semalam beres, jadi kudu perlahan-lahan dan pasti dikerjakan. Hahaha
Wish me luck on June 😇
»»  Read More...

Oct 2, 2016

BetterMe 2 Pergunakan Gadget (Hand Phone) Seperlunya


Assalammualaikum,

Saat jam segini masih di depan laptop dan ga kepingin nyicil pekerjaan untuk besok, lagu-lagu Leona Lewis mengalun indah di telinga pikiran melayang jauh, jauh entah kemana, hehehe...... Dan yang terpikir adalah "waktu" Merasa ga sihhh waktu terasa cepat sekali berlalu, perasaan baru kemarin hari Jum'at, liburan hari Sabtu ke Book Fair, Minggu menikmati leyeh-leyeh di rumah, malam pun menjelang dan akhirnya tersadar besok hari Senin, rasanya mau teriak kan yaa "I want more holiday", tapi yaa sudah jalanin aja hari Senin besok, bismillah semua pekerjaan dimudahkan, dikarunia rizki yang halal dan melimpah, aamiin....

Lalu....lalu.....aku tersadar dong, ini udah bulan Oktober cyin..... perasaan (situ pakai perasaan sihh :P ) baru kemarin puasa, lebaran di bulan Juni koq sekarang udah Oktober aja gitu. Damn.... time beat so fast I didn't feel the beat :(. Lalu muncul pertanyaan "Jadi selama ini gw ngapain aja? Waktu yang sebenarnya lama kenapa terasa sekejap?" Dan kerjaan gw deadline semua ini, 2 bulan menjelang Desember, hiks..... Terus tetiba ingat pernah baca postingannya Febrianti Almeera tentang puasa gadget, dimana dia merasa diperbudak gitu sama yang namanya gadget/hand phone. I feel too.....

Hidup berasa ga tenang kalau ga bawa hand phone, ketika hand phone dalam genggaman apa yang dilakuin? Yups hampir sepanjang waktu cek media sosial (facebook, twitter, path, instagram, etc), atau chatting by WA, BBM, Line,etc. Ngerasain sihhh waktuku tersita untuk hal-hal ini, jadi ga fokus ngerjain sesuatu, dan mungkin karena ga fokus itu to do list yang sudah disusun rapi jadi terbengkalai (alasan aja ini mahh, situ kan pemalas, hahaha). Aku bukan orang yang selalu update aktivitas ke sosial media,  entah yaa gatal aja sering-sering ngecek sosial media, padahal isinya yaa masih itu-itu aja belum ada update yang berarti. Intinya sihhh aku pengen meggunakan gadget seperlunya aja pada waktu tertentu aja, supaya hidup ini lebih berkualitas dan fokus sama apa yang sedang dikerjakan.  

Okay bulan Oktober ini mari kita "puasa gadget", puasa sosial media, waktunya dibatasi sehari cuma sejam, kalau untuk komunikasi yaa disesuaikan aja, tapi jangan sampai benda itu menguasaimu djie, hehehehe. Doakan aku.......
.
.
.
Salam 
Poedjie
»»  Read More...

May 20, 2016

BetterMe 1 - Menghindari Grasak-grusuk


Assalammualaikum,

Mumpung tanggal dan harinya sudah berubah dan aku belum mendarat di Pulau Kapuk, jadilah ngetik-ngetik cantik dalam rangka BetterMe yang dicanangkan dalam postingan sebelumnya :)
Kan katanya sebaiknya kalau mau berubah yaaa dimulai dari sekarang dari hal-hal kecil, setidaknya aku sekarang mendata dulu lahh yang minus-minus, untuk solusinya sambil proses dan semoga bisa diceritain di sini, hehehe

Ok yang pertama adalah - Menghindari Grasak-grusuk
Bahasa Indonesianya apa yaaa grasak-grusuk itu yaaa? Kalau aku mengartikannya sebagai suatu perilaku / sifat yang terburu-buru, gedabyakan, cenderung ceroboh dan sembrono. Well aku orangnya cenderung berantakan, males ribet gitu, kalau lagi buru-buru apa pun disimpan secara serampangan binti sembarangan, pokoke masuk tas/laci/tempat penyimpanan lainnya. Contoh kasus di aku :
  1. Kalau belanja aku jarang memeriksa struk dan uang kembalian, langsung aja itu diselipin di tas bagian terluar dengan serampangan. Harusnya kan yaaa itu struk diperiksa, dibaca sekilas lahhh dan uang kembalian dihitung, sudah sesuai atau belum. Efeknya adalah uangnya ga terkontrol, hilang entah kemana karena kebiasaan ini, dan kalau kembaliaannya ga sesuai atau uangnya ada yang robek/terlalu kumal aku ga tahu. Senin lalu aku ingat banget ada uang 50.000 di kantong luar sebelah kanan, sampai di rumah diperiksa ga ada. Setelah diingat-ingat kemungkinan jatuh pas aku merogoh kantong tas ini ambil uang buat parkir. Rugi kan aku, harusnya bisa buat keperluan yang lain uang ini, kalaupun disedekahkan juga jelas kemana. Kalau kejadiannya udah kayak gini cuma bisa berprasangka baik (dengan didahului pikiran kemana itu uang, mikir yang ga seharusnya), semoga ditemukan sama orang yang benar-benar membutuhkan dan bernilai sedekah.
  2. Kayaknya aku dalam melakukan apa pun memang lebih sering grasak-grusuk dibanding tenang. Pulang kantor kan udah jelas yaaa jam 16.00, enaknya teng go, keretanya belum terlalu penuh, sampai rumah juga lebih cepat. Kenyataannya kalau pulang terburu-buru, ada kerjaan yang belum selesai, jadi lah waktunya pulang apa yang ada di meja yang penting masuk ke dalam laci dan tas. Ga jelas itu apa yang disimpan dan disimpan dimana. Entar bingung dehhh kartu kereta kemana, kunci motor kemana. Positifnya aku selalu ngecek kunci motor ada di tas, biar bisa pulang, kartu kereta selalu bawa serep, kalau yang biasa dipakai sehari-hari menghilang ada cadangannya. Besokna pusing sendir dehhh, kemarin berkas A di map yang mana yaaa, di tumpukan yang mana yaa, hehehe. Resolusi lainnya adalah organize everything.
  3. Penyebab grasak-grusuk ini adalah menunda-nunda pekerjaan. Kalau pagi menunda bangun tidur, 5 menit lagi ahhh, merem dan tetiba udah 5.30 aja, efeknya? Mandi buru-buru, siap-siap pun buru-buru, kesiangan udah jelas. Kalau naik kereta kesiangan konsekuensinya penuhnya pake banget, siap-siap aja badan remuk redam, kalau telat pikiran ga tenang cwinth, bawaannya stress, sampai kantor juga moodnya pasti ga enak.
Tiga dulu lahhh tentang grasak-grusuk ini. Semangat menghilangkan grasak-grusuk dari diri ini. BetterMe here I come ^.^
.
.
.
Dan progressnya adalah saat ini aku rajin menghitung uang kembalian, aku hitungnya agak menjauh gitu sihh, tapi jaraknya masih relatif dekat sama kasir.  Dengan bangga aku ceritain, Sabtu lalu, 22 Mei 2016 beli air mineral di bioskop, total harga Rp 20.000, aku bayar pakai selembar Rp 100.000, harusnya kembali Rp 80.000, tapi aku menerima Rp 130.000 dan 2 botol air mineral. Langsung dehhh dikembaliin uangnya ke Mbak Kasir, alhamdulillah aku dilindungi untuk meminum apa yang sudah menjadi hak, dan mengembalikan hak orang lain.
Semangat terus untuk menjadi lebih baik....

**Setiap ada progress aku ceritain dipostingan yg sama yaaa ^.^

»»  Read More...
 

Copyright © 2008 Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez | Blog Templates created by Web Hosting Men