Apr 14, 2020

Hellow 2020.....


Assalammualaikum,
Apa kabar dunia?
Semoga selalu sehat yaa man teman.....

Wew 2020 udah jalan sepertiga, aku belum pernah curhat posting, hehehe
Masya Allah sibuk ngapain toh ini, padahal ndak ngapa-ngapain juga *tutup muka

Jadi bagaimana sepertiga 2020ku?
Awal tahun Ayahnya Ghifaz a.k.a my husband pernah bilang "2020 ini bakal berat kayaknya" Ku cuma bisa komentar "Masak sih yah?". Nyatanya pas tahun baru kan memang ada banjir melanda Jakarta dan sekitarnya, yes tanggal 2-3 Januari 2020. Kobe Briyant meninggal (ini nggak terlalu ngefek sih, hehehe). Tanggal 25 Februari banjir kembali menyapa. Bulan Maret mulai merebak pandemi Covid-19 yang sampai sekarang masih menyebar dan nggak tahu kapan semua bakal terkendali dan berakhir yang berujung Work From Home. Lalu yang terbaru Glenn Fredly meninggal, lagu-lagu galaunya itu lho, hehehe

Tentang WFH.....Work From Home....
Aku resmi WFH tanggal 19 - 31 Maret 2020 dan diperpanjang 1-19 April 2020. Waaa panjang yaa sebulan..... dan ada kemungkinan ini sepertinya diperpanjang. Alhamdulillah dikasih nikmat WFH, jadi ndak perlu berjibaku di kereta dan khawatir tingkat dewa bakal terpapar Covid-19.Bekerja dari rumah nggak semudah yang dibayangkan. Ada bocil yang siap ngerusuhin laptop ibunya buat nonton youtube. Alhasil pagi-pagi ngungsi di kamar sebelah. Zuhur baru keluar dari kamar pengungsian. Padahal mah kerjaan juga yaa begitu aja sih, ndak perlu mikir sampe rambut rontok atau berubah warna, hahaha. Tapi koq yaa ndak bisa ngapa-ngapain, hihihi, kebanyakan main sama bocah atau scroll media sosial yaa? *ups.....

Kalau lihat orang-orang yang pada rajin masak, aku mah apa atuh cuma nyoba bikin donat, bentuknya nggak karuan dan keras pas udah dingin, walaupun rasa lumayan sih. Kapok? Nggak sih, tetep penasaran bikin donat yg menul-menul dan yang bisa berkesan di lidah dan hatinya Ghifaz, akan kucoba lagi kau resep donat, hehehe. Bocah satu ini seneng ngomong "Donat Gede".... Makannya belum begitu doyan, siapa tahu kalau emaknya berhasil bikin donat beneran anaknya jadi doyan, aamiin.

Well di minggu keempat ini kumenyadari I wasted so many time, but seems I do nothing. Lalu aku lihat ini di IG @zaidulakbar , merasa tertampar ceu....

Sumber : Instagram @zaidulakbar

Nangis tersedu-sedu rasanya. Ngapain aja coba? hiks. Langsung buka to do list, yang ternyata juga kosong, ndak nulis apa-apa. Karena nggak bikin to do list itu jadi nggak ada target yaa, jadi yaa gitu dibiarkan mengalir dan mengalirnya pun nggak terarah, yang penting apa yang ditugasin selesai *tutup muka. Lalu berseliweran lah yaa itu countdown ramadhan yang tinggal menghitung hari. Haduh makin sedih, aku belum punya persiapan apa-apa. 

Terlalu banyak lah yaa kesalahan yang harus diperbaiki ini. Mari dimulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dari sekarang, Semmangat....

Wassalam
.
.
Poedjie

»»  Read More...

Dec 29, 2019

Masa Kehamilan Ghifaz 1


Assalammualaikum

Kali ini mau cerita tentang kehamilan Ghifaz, yaa walaupun anaknya udah hampir 20 bulan, keinginan buat nulis tentang hamil yang sudah berlalu itu timbul tenggelam, tapi tetap aja pengen nulis karena mumpung semua kejadian masih terekam jelas dalam ingatan, hahaha (#labil)

Jadi aku kan nikah 5 Agustus 2017 dan 11 Agustus 2017 jadi hari pertama haid terakhir. Nggak nyangka sih bakal dikasih rezeki dan kepercayaan sama Allah secepat itu, apalagi siklus haid aku ndak teratur, super berantakan banget lah. Sempet bingung juga sih dan beberapa teman nanya "koq bisa cepat?" Ku tak tahu kenapa, apa pun pasti yaa karena seizin Allah ya. Setelah nikah saran dari teman-teman aku turutin aja sih, diantaranya:
  • Minum susu untuk ibu hamil (aku minum Anmum 2 kali)
  • Minum folamil (setelah berhenti minum Anmum)
  • Makan kurma muda
  • Minta didoain sama orang tua
  • Berusaha dan berdoa
Entah yang mana yang bikin cepat hamil, ku tak tahu, yang pasti kalau Allah sudah berkehendak siapa pun tak kuasa mengelak toh. 

Pada saat itu 7 September 2017 badan berasa nggak enak, greges-greges gitu, setiap makan mual ndak karuan dan ada nyeri di sekitar payudara. Cerita ke Dewi yang udah punya 2 anak, dia bilang "kemungkinan elo hamil". Coba test pack lah, hasilnya negatif, karena belum telat yaa sudah cuek baek, mungkin masuk angin. Tanggal 9 September 2019 kram hebat di perut sampai dipapah gitu pas jalan. Dari hasil googling ku tahu tanda-tanda kehamilan salah satunya adalah kram perut, dicoba test pack, hasilnya tetap negatif ditaruh aja lah itu test pack di meja. Agak lamaan test packnya diambil sama Engat dan dia lihat samar-samar ada garis kedua. Senang banget pada saat itu antara percaya dan nggak percaya, kan belum telat, bersyukur aja lah. Atas saran dan masukan dari teman-teman, katanya lebih ke dokternya nanti aja 2-3 minggu lagi, supaya bisa usg perut ndak perlu usg transvagina. Aku pun nurut lah ya sama yang lebih berpengalaman.

Tanggal 11 di kampus cerita ke Mayya tentang test pack yang positif. Maya nyaranin buat langsung ke dokter aja, karena kita nggak tahu bagaimana kondisi janin, siapa tahu butuh penguat kandungan atau tindakan lain. Maya ini pernah beberapa kali hamil dan keguguran, dia ndak mau aku mengalami hal yang sama. Yaa sudah lah dengan berbagai pertimbangan kuikuti saran dari Maya. Daftar lah ke salah satu Obgyn di Rumah Sakit Hermina, dokter yang favorit udah penuh antreannya, yaa sudah lah aku sama dokter siapa aja, toh baru periksa pertama pasti SOP-nya sama, pikirku. Berangkat naik angkot sama Uti, Ayahnya Ghifaz dan Engat nyusul ke RS. Iyaa pada excited, semua ikut, hahaha. Udah minum banyak-banyak tuh biar bisa USG perut aja.  Setelah antre dan masuk ke ruangan dokter, setelah aku jelasin test pack yang positif itu di-usg lah perut ini. Dokternya periksa dengan kilat (semenit juga ndak ada) dan bilang tidak ada tanda-tanda kehamilan. "Ibu kan belum telat haidnya, ibu terlalu pengen punya anak, test pack juga bisa salah lho bu, untuk kram di perut ibu periksa aja ke dokter penyakit dalam". Udah malas lah yaa sama itu dokter dengan bahasanya yang seperti itu, malas nanya-nanya lagi, aku pun keluar dengan rasa kecewa, tapi yaa sudah lah mau gimana lagi, mungkin memang belum rezeki.

Kecewa banget sih sama dokter itu, USG asal gitu, kan bisa ya pakai bahasanya yang lebih baik "Meskipun test pack positif namun saat ini dari USG perut tidak tampak tanda-tanda kehamilan, mungkin dengan USG transvagina akan terlihat atau 2 minggu lagi ibu periksa lagi yaa?". Tapi yaa sudah lah sampai di rumah test pack lagi hasilnya positif, saking penasarannya aku bilang ke Engat, coba cuy test pack, kalau positif juga berarti test packnya yang bermasalah, hahaha

Rabu tanggal 13 September di kampus sebelum mulai kuliah, aku ke kamar mandi, dan kutemukan flek darah. Panik dong yaa, langsung bilang ke Mbak Fika yang kebetulan lagi hamil anak kedua. Mbak Fika bilang buruan ke dokter sekarang, periksain. Aku mikirnya rumah sakit terdekat adalah RSCM, kata Mbak Fika ada rumah sakit ibu dan anaknya, RSCM Kiara, langsung pesan gojeg meluncur ke sana. Sampai di lobi aku tanya ke security (mungkin salah yaa nanyanya ke security), aku jelasin kondisi aku, dia malah bilang ke fetomaternal aja bu, diberi petunjuk lah aku harus kemana. Yaa sudah aku nurut aja, Fetomaternal ini adanya di RSCM, kutanya antreannya nomor berapa, nomor 60 dong, langsung melipir, putar otak harus ke rumah sakit mana, ku tak sanggup kalau harus mengantri sebanyak itu. Kata Mas-masnya kalau mau cepat ditangani ke IGD aja, waduh lebih nggak mau lagi, IGD RSCM gitu, dan aku merasa nggak gawat-gawat amat, hehehe. Dipikir-pikir lagi mah nggak perlu juga kali ke fetomaternal, dikira bener-bener kondisi gawat darurat, hahaha

Aku kepikirannya ke Rumah Sakit Tambak, langsung stop bajaj yang yang ada di lobi, ku tak sanggup lagi kalau haru order ojek dan nunggu. Di bajaj telfon suami cerita kronologis kejadian, tak lupa cerita ke Bue juga, janjian sama suami di rumah sakit tambak. Nangis aja tuh aku sendirian di bajaj sambil doa "kalau memang kamu ada bertahan lah nak, tolong maafin ibu yaa". Lagi khusyuk nangis dan berdoa abang bajajnya salah ambil jalur, dan harus memutar dong lewat Pasar Rumput. Sampai di rumah sakit cerita lah ke bagian pendaftaran "saya test pack positif dan sekarang ada flek", setelah daftar aku diminta istirahat aja di ruang bersalin yang lagi kosong. Diminta pilih dokter, ku jawab "siapa aja lah yang penting saya cepat diperiksa". Waktu itu dr. Regintha yang praktik, dan harus nunggu jadwal praktiknya jam 11. Better lah yaa menunggu sambil tiduran dibanding ngantri di RSCM. Nggak lama suami datang, dibawain makanan dan minuman gitu yang tentu saja langsung disikat.

Jam 11an dokternya datang, pindah lah aku mengantri di depan ruangan dokter. Karena aku dibilang lagi ngeflek jadinya didahulukan. Cerita lagi deh kronologis kejadian, termasuk 2 hari sebelumnya periksa ke Hermina. Di-usg lah aku, berhubung masih 4-5 minggu (kalau beneran hamil) usg-nya transvagina, aku diminta untuk mengosongkan kandung kemih dulu sebelum usg. Diperiksa-periksa memang ada bentuk yang diduga adalah kantong kehamilan. Dokter Ghinta nggak bilang langsung ini hamil, dia bilang "semoga rezeki yaaa, banyakin berdoa" dua minggu lagi periksa. Intinya nggak mau ngasih harapan palsu lah, aku pun diminta test pack lagi hasilnya alhamdulillah positif. Aku diresepin Folamil Genio dan Utrogestan. Pulang dari dokter senang banget, ternyata memang hamil, semoga rezeki sampai lahir, tumbuh dewasa, dan menjadi kakek. Aamiin.

(Bersambung)

Salam
.
.
Poedjie
»»  Read More...

Oct 9, 2019

Tentang Waktu


Assalammualaikum

Tetiba kepikiran aja tentang waktu yang tanpa disadari selalu bergulir mengiringi keseharian kita, perasaan baru kemarin hari Senin berangkat kerja dengan separuh nyawa masih di rumah eh sekarang sudah pertengahan minggu lagi dan tetiba sudah akhir pekan lagi. Tanpa terasa pula anak yang kemarin perasaan masih bayi piyik koq sekarang sudah besar. Kita engehnya anak kita makin besar sudah bisa A, B, C dan seterusnya tapi kita nggak ngeh kita pun juga ikut menua begitu juga orang tua kita. Tahu-tahu usia udah di atas 30 tahun aja kan, ahhh sedih rasanya. Resolusi apa kabar yaa? Bikin aja nggak, hiks.... Di usia segini ingin ku benar-benar berbakti sama orang tua, ndak ngerepotin mulu, tolong maafkan anakmu ini yaa uti.....

Jadi merasa "not wise used time" kebanyakan scroll instagram dan shopee kayaknya, gimana yaa kan di instagram banyak ilmu yang bisa diambil juga, apalagi yang difollow kan selebgram influecer bukan akun-akun gosip #alasan. Nonton drama korea udah nggak sama sekali sih, dari tahun 2015 ndak nonton. Main game kadang-kadang aja sih, itu pun yang nggak bikin candu, word link gitu nyusun huruf jadi kata dalam bahasa inggris, kadang main candy crush juga sih, hihihi *tutup muka

Padahal yaa udah jelas banget, Allah sampai bersumpah "Demi Masa" dalam surat Al Ashr.
"Demi masa. Sesungguhnya  manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang beriman yang mengerjakan amal shaleh, nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat dan menasihati supaya menetapi kesabaran - QS. Al-Ashr : 1-3"
Kelak juga akan kita pertanggungjawabkan umur kita selama hidup ini dipakai apa aja. Tadi pagi juga baca quote di instagram (kan.... ada manfaatnya 😀) 
"Salah satu pengerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah - Buya Hamka"
Benar-benar menohok lho ini. Yaa pikiranku ndak cemerlang juga sih, tapi merasa terlalu banyak beristirahat dan pada akhirnya menyia-nyiakan waktu. Tilawah nggak, al matsurat pun ndak dibaca, menghafal juga nggak malah banyak yang lupa, baca buku juga nggak, dan serentatan aktivitas lain yang ndak dikerjain, unfaedah banget dah ini, kerjaan banyak yang terbengkalai, hiks. Harus mulai bikin to do list lagi ini, pilah-pilah aktifitas dan bikin prioritas, dan yang paling penting dikerjain sih itu to do list. 

Yuk ah benahi diri, benahi hidup. Kalau kata Aa Gym "mulai dari yang kecil dan dimulai dari sekarang". Semmangat..... For better life yaa ji 😇

Salam
.
.
Poedjie

»»  Read More...

Sep 12, 2019

Cincin




Assalammualaikum;

Sebagai pemanasan dari percuhatan, setelah kutengok-tengok draft nemu judul cincin ini, hehehe

Yess ini adalah cincin nikah aku (gpp lahh yah udah 3 tahun yang lalu). Dengan dasar hemat dan biar nggak kebanyakan cincin, kami memutuskan hanya ada satu cincin, cincin lamaran dan nikah pakai cincin yang sama. Tanpa pikir panjang aku langsung usul pesan cincin di toko langganan Bu Netti, Toko Emas Aurora di Blok M Square, ayahe Ghifaz mah iya-iya aja, hehehe. Kesepakatannya adalah aku pakai cincin emas dan Ayahe Ghifaz pakai cincin berbahan paladium. Jenis emasnya aku lebih suka emas putih dibanding warna lain, modelnya mah yang simple aja, yang penting harga masuk di kantong. 

Toko Emas Aurora ini nggak sebesar Toko Emas Kaliem yang terkenal di dunia percincinkawinan, kalau di Kaliem ini koleksinya banyak banget, aku mahh tambah bingung kalau kebanyakan pilihan, makanya prefer ke toko yang lebih kecil tapi koleksinya OK, langganannya Bu Bos gitu lho. Setelah pilih-pilih sregnya sama cincin ini. Modelnya simple banget, cincinya bulat padat, bukan yang kopong gitu di belakangnya, terasa agak berat gitu dan cuma ada garis di lingkaran depannya dan batu permata di tengahnya. Kebetulan cincin yang aku coba pas banget di jari aku, langsung bungkus deh, dan pesan model yang sama untuk Ayahe Ghifaz dengan bahan paladium. j

Untuk harga sebenarnya standar sih, cuma kita bisa nawar gitu, lumayan turunnya bisa 1-1,5 juta dari harga yang ditawarkan, harus pinter-pinter nawar dan pasang muka melas yaa. Grafir nama di cincin gratis.



Toko Mas AURORA
Blok M Square Lt. UG Blok A No. 36 Jakarta Selatan
Telp. 021 72802356
Hari Senin Libur

Salam
.
.
Puji





»»  Read More...

Sep 11, 2019

Sekilas Kabarku


Assalammualaikum,

Apa kabar dunia?
Kabarku pusing lihat draft postingan banyak bener yang "mangkrak". Pusing juga sih sama rutinitas yang yaa "begitu lah", hehehe

Jadi selama ini ngapain aja?
"Yaa begitu deh", hahaha. Sejujurnya sedih aku tuh, hidup yaa begitu-begitu aja, nothing special, tapi berusaha selalu mensyukuri segala nikmat dan karunia Allah SWT. Wajar lah yaa kalau kadang-kadang buka instagram liat selebgram bisa sharing macam-macam yang berdampak positif, lha aku? "kembali ke yaaa gitu deh?" hahaha. Mungkin aku memang ndak bakat bersharing ria seperti mereka, bisanya curhat ndak jelas macam ini *tepok jidat

So, what happen to me in 2019?
Secara singkat, setelah lulus dari dunia perkampusan, masuk kerja lagi, kembali ke pekerjaan dengan jobdesc yang bisa dibilang berbeda sekali dengan jobdesc sebelum kutinggalkan. Jadi beradaptasi lah aku sama jobdesc baru dan teman-teman yang "baru" walaupun sebenernya teman lama juga, wkwkwk. Kuakui masih bingung dengan situasi dan kondisi sekarang, lebih banyak memendam, makanya stress sendiri. Ku merasa demotivasi akut, hehehe. Bawaannya lelah aja, pulang kerja sampai di rumah ndak bisa ngapa-ngapain, ngelonin anak, aku pun ikut tertidur pulas sampai pagi,  ndak produktif banget, hiks.

Kangen rasanya sama diri ini yang lincah nan gesit, nggak gampang stress. Jadi PR banget ini manajemen diri. Alhamdulillah punya keluarga yang memahami aku dalam kondisi yang lagi "lemah" gini, mereka memaklumi, tapi akunya jadi malu sendiri, mereka terlalu baik, dan nyesek sendiri ndak bisa berbuat apa-apa.

Tadi sore tetiba kepikiran pengen curhat ria dengan menulis, harapannya bisa jadi stress release dan salah satu cara untuk "bangkit" kembali. Semoga bisa terus konsisten curhat, supaya jadi happy dan produktif lagi. Kenapa nggak di media sosial aja? Beda aja sih feel-nya. Tujuan utamanya menulis di blog ini yaa buat nyimpan memori sebenarnya, kalau ada efek samping lainnya kan yaa nayamul kimul-kimul, alhamdulillah.

Sampai jumpa di curhatan selanjutnya.
Salam
.
.
Puji
»»  Read More...
 

Copyright © 2008 Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez | Blog Templates created by Web Hosting Men