May 1, 2014

Menghabiskan Liburan di Ciwidey


Wew...... 2 lebih minggu ga posting.....
Dan bulannya udah ganti Mei....
Di Ciwidey sinyalnya mendup-mendup, jadi susah connect ke internet #alasan
Liburannya udah selesai, udah mulai kerja juga...
Liburan hari ke 5 sampai hari ke 13 dihabiskan di rumah dan Ciwidey. Aku di Ciwidey 5 hari, berarti selebihnya di rumah, hehehe

Berangkat ke Ciwidey sendiri, naik MGI dari terminal Depok ke terminal Leuwi Panjang Bandung. Pengalaman naik MGI ini sebenernya nyaman, ac berasa, harga pun terjangkau, 55.000. Eeee tapi yaaa nunggunya lama bener, hampir sejam nunggu bis berangkat dari terminal. Bener-bener harus ada faktor keberuntungan kalau bisa naik MGI ga pake nunggu lama. Pas balik dari Ciwidey ga pake nunggu lama sihhh, tapi kebagian di ruang merokok, busnya udah full. Alhamdulillah sihhh bapak-bapaknya mengerti dan mematikan rokok waktu aku batuk-batuk.
Kembali ke perjalanan ke Ciwidey.....
Dari Depok ke Bandung memakan waktu 3 jam, sampai di terminal Leuwi Panjang hujan deras, alhamdulillah langsung dapat ELF / L300, moda transportasi selanjutnya ke Ciwidey yang memakan waktu tempuh 1 jam. Sampai rumah tujuan tepat jam 5 sore. Waaaaa senang banget bisa mengunjungi sahabat tercinta.
Tempat tinggal selama di Ciwidey
Di sini udaranya sejuk cenderung dingin. Air tanahnya pun ikutan dingin, berasa mandi pakai air es cyin....
Karena dingin efeknya ini mulut bawaannya pengen ngegares mulu, dikit-dikit makan. Tambah gendut lahhh awak di sini....
View di sini bagus banget, dari teras rumah bisa lihat gunung... 
Ini bukan view dari teras sihh, kurleb begini lahh view-nya
Selama di sini ngapain aja??
Main ke kandang Syifa Milk Farm, main sama Azahra, selebihnya leyeh-leyeh, hehehe...
Azahra
Mejeng di kandang
Jadi temen aku ini adalah entrepreneur muda yang bergelut dengan ternak sapi dan domba. Hasilnya susu sapi dan susu domba segar siap konsumsi. Selain susu temenku juga mengolah susu sapi dan domba menjadi yoghurt dan keju mozarela.
Produk Syifa Milk Farm
Aku juga diajak ke Kawah Putih lho....
Tiket masuknya Rp 20.000 / orang, parkir mobil di atas (dekat kawah) Rp 150.000 / mobil. Alternatif lain kalau ga mau parkir di atas naik angkot yang disediakan pengelola, biaya kalau ga salah Rp 10.000 / orang.
Kawah Putih
Happy Family
Yang numpang liburan :)
Demikian cerita liburan kemarin......
Terimakasih buat Abi dan Ibu Zahra....
.
.
#Buat yang tertarik produknya Syifa Milk Farm bisa tanya-tanya ke aku yaaaa
»»  Read More...

Apr 13, 2014

Hari 4 Liburan - Sop Durian Lodaya


Sop Durian Lodaya.....
Adekku, Engat yang minta ke sini hari Jum'at, katanya baru buka cabang di Jl. Margonda, Depok. Kata adekku juga, Sop Durian ini awal buka kedai di Bogor (warga Bogor mohon dikonfirm kebenarannya. Waktu makan hari Jum'at ini aku kirim fotonya ke Dewi, dia pun terkena racun durian dan mupenk mau nyoba dan ternyata pakai acara balik lagi lho... Jadilah kemarin kita janjian di tempatnya langsung.
Lodaya Margonda terdiri dari dua lantai, tempatnya bersih dan nyaman. Jumlah mejanya pun cukup banyak, sekitar 20 buah.
Suasana Lantai 2, masih sepi, baru buka cyin....
Untuk tempat makan yang baru buka, cukup ramai yaaa, waktu aku balik untuk kedua kalinya, hampir semua kursi terisi, mungkin karena udah terkenal di Bogor yaaaa. Menu yang ditawarkan di sini selain Sop Durian adalah minuman dengan varian kopi, soda, dan jus. Makanan berat ga ada yaaa, adanya siomay, batagor, mpek-mpek, kentang goreng dan aneka roti bakar. Rentang harganya Rp 13.000 - Rp 25.000 (belum termasuk pajak). Porsi Sop Duriannya ada dua macam: pas dan mabook, beda harganya antara kedua porsi tersebut adalah Rp 3.000 - Rp 5.000.
Menu
Sama Engat aku pesan Sop Durian Spesial Original, dia sendiri Sop Buah Durian.
Atas : Sop Buah Durian, Bawah : Sop Durian Spesial Original
Ini sop durian rasanya durian banget. Isinya cuma daging durian halus, potongan es batu, dan parutan keju. Ga ada air sebagai kuah sop, untuk pemanisnya aku ga tahu pakai apa, mungkin susu dan gula, tapi yang jelas rasa manisnya ga nylekit, manisnya pas lahh. Yang original isinya full durian, kalau yang pakai buah ditambah potongan melon dan apel, harusnya ada potongan strawbery juga, tapi stocknya lagi kosong. Intinya Sop Durian ini bikin nagih lahhh.
Packaging Take Away
Sama Dewi aku nyoba Sop Durian Anggur, jadi ditambah buah anggur hitam yang rasanya manis gitu ke dalam sop duriannya. Dewi milih pesanan aku yang sebelumnya, Sop Durian Spesial Original.
Sop Durian Anggur
Berhubung di sini ga ada bakso dan kita pecinta bakso, kita pindah lapak ke bakso satrio di Beji. Si Revi dititipin di parkiran Lodaya, kita ke Beji naik motornya Dewi. Di sini asli cuma makan bakso doang....
Bakso Satrio
Selesai makan bakso balik lagi ke Lodaya, tapi mampir dulu ke Donatelo, maksud hati sihhh cuma mau numpang parkir aja & lihat-lihat sebentar. Donatelo sama Lodaya ini sebrang-sebrangan, jadi nanti Dewi ga perlu putar balik pas pulang, macetnya ampun dehh. Muter-muter liat sepatu aku kepincut buat beli, tipe aku banget dahhh sepatu sendal gitu, harganya pun masuk ke budget, kebetulan sepatu aku udah mangap sihhh. Prinsip beli sepatu adalah beli saat mau jebol, kalau kebanyakan sepatu kasihan yang jarang dipakai, rusak karena cuma ditaruh dalam kardus, jadi cukup punya sepatu, dipakai setiap hari sampai jebol, hahahaha
Siap menemani kemana pun kaki melangkah
Sepatu didapat kita nyebrang balik lagi ke Lodaya.... Dewi pesan Sop Durian Anggur, aku pesan Iced Caramel Machiato. Buat teman minum kita pesan kentang goreng dan siomay.
Iced Caramel Machiato
Siomay & Kentang Goreng
Iced Caramel Machiatonya lucu..... ada 3 layer gitu sebelum diaduk untu menyatukan mereka. Meskipun rasa manisnya dominan di lidah, tapi aku suka, besok-besok kalau ada yang mau traktir di sini dikurangi aja pemanisnya, hehehehe
Siomaya dab kentang gorengnya standar aja rasanya. Kalau bahasanya dewi "so...so..."
Setelah semua makanan ini berpindah ke perut kami, aku pun shalat di situ, saatnya untuk berpisah... Waaa kenyang banget kemarin itu, sampai bega rasanya...
Next time kita wisata kuliner lagi yaaa dew....
Ini dia partner in crime aku..... Dewi....
Siapa mau ke tempat ini??? Ajak-ajak aku yaaa temans, hehehehe
»»  Read More...

13


Tengah malam masih terjaga dan tersadar kalau hari ini tanggal 13. Angka 13 selalu mengingatkanku pada seseorang, yaaa seseorang yang menginformasikan keponakan perempuannya berulang tahun tanggal 13 April ini saat aku mengingatkan "beli kado buat ponakan lu, seinget gw ulang tahunnya ga beda jauh sama Zahra", yupp hari ini ulang tahunnya. Aku ga mau bahas ulang tahun keponakannya seseorang koq, dibahas pun buat apa, tak diharapkan juga, hehehe

Kenapa bahas 13?
Itu dia karena angka ini selalu identik dengan seseorang, seseorang yang selalu hadir di imagiku, entah di imaginya ada aku apa ga, sebodo teing lahhh. Nahhh aku pengennya mencoba melupakan sejenak, melupakan untuk mengingat kembali, berpisah untuk bertemu kembali. Yaaa siapa tahu dimulai dengan angka 13 dan suatu saat nanti akan diakhiri dengan angka 13 juga, aamiin..... optimis boleh kan yaaa? Semoga menjadi simbol keberuntungan dan kebahagiaan jika Allah berkenan. Mohon doanya temans....
Aku akan hitung untuk memulai ini.... ada baiknya aku hitung mundur dari angka 13, bukankah begitu? Aku mulai yaaa....
13...
12...
11...
10...
9....
8....
7....
6....
5....
4....
3....
2....
1 3/4...
1 1/2...
1.....
0.....
Yaaa aku sudah selesai menghitung mundur. Saatnya mengucapkan selamat tinggal. Janjiku adalah melupakan untuk mengingat, berpisah untuk kembali... Sampai jumpa di angka 13 lagi yaaa...
Semoga Allah berkenan dengan pertemuan itu, pertemuan sebagai cikal kebahagiaan abadi, aamiin....
Aku akan terus berdoa, kamu juga yaaa.... Kalau dua orang yang berdoa tentu akan lebih didengar dan dikabulkan.
Selanjutnya kamu aku beri nama 13ku yaaa..... Dan aku akan bercerita apa pun kepadamu di sini....
Bye....bye.... 13ku....
Kita bakal ketemu lagi.....
I'm gonna miss you...
.
.
#postingan ga jelas efek belum bisa tidur
»»  Read More...

Apr 12, 2014

Hari 3 Liburan - Nge-Perpus


Perpus UI
Jam 9 aku berangkat dari rumah dengan tujuan pertama ke Perpus UI. Aku janjian sama Engat, adekku. Pengunjung umum dikenakan biaya Rp 5.000, dapat sticker macam di Krisna, Bali. Kalau langsung masuk tanpa ke meja Mbak-mbaknya juga ga ketahuan sihhh kalau kita pengunjung umum. 
Sticker
Gedung Perpus UI ini bagus banget, arsitekturnya keren. View-nya bagus, menghadap ke danau gitu. Suasananya tenang, cocok buat belajar dan merenung mencari ilham. Untuk koleksi bukunya lebih banyak text book untuk kuliah. Aku perhatiin ga banyak pengunjung yang bereksplorasi dengan rak-rak buku, berjuang mencari buku yang dibutuhkan. Kalau pun ada yaaa mahasiswa-mahasiswa yang mencari referensi untuk tugas mereka. Andai buku-buku non pelajaran banyak di sini, perpus ini pasti lebih banyak pengunjungnya. 
Pintu Masuk Perpus dari Lobi
Aku ga lama di sini, males jepret-jepret juga, banyak yang belajar sihhh, jadi cepet bosan cyinnn, yang dicari ga ada sihh. Perpus ini juga dilengkapi Starbucks, Restaurant Korea, Bakso Malang Oasis, Indomaret, dan beberapa kafe lainnya di lobi (aku ga ngafalin).
View Danau
Suasana Lobi 

Cafe & Perpustakaan Zoe....
Dari Perpus UI lanjut ke Zoe, lokasinya di Margonda. Aku cuma penasaran aja sihh sama tempat ini, abis ada kata "library"-nya. Tempat ini didominasi warna merah, ada semacam kebun gitu di dalamnya. Mau nyebut taman koq yaa pohonnya tinggi-tinggi, bunganya jarang. 

Aku langsung ke tempat buku-bukunya. Koleksinya lebih banyak komik, novel ga terlalu banyak. Kayaknya manajemen perpus dan cafe-nya beda, ga terlihat menyatu. Untuk perpusnya bisa jadi member gitu supaya bisa dapat diskon kalau sewa. Komik sewanya 2.500 / buah, novel tergantung tebal-tipisnya, paling murah 5.000 / 6.000. Baca di tempat juga ada biayanya sendiri. Berhubung kemarin aku ga baca, cuma liat-liat jadi ga kena biaya dehh. 
Rak-rak Komik
Mumpung udah ke sini dan ga baca buku, jadi lah makan, hehehe
Ga makan berat koq, cuma pesan salad buah dan Chicken Wings.
Suasana Cafe
Salad Buah
Chicken Wings 
Untuk rasa kedua makanan ini standar aja menurut aku. Salad buahnya yaaa cuma buah potong : melon, pepaya, apel, dan semangka ditaruh di atas daun selada terus dikasih es krim rasa strawbery dan vanila. Bikin di rumah sendiri juga bisa tohhh, gampil. Begitu juga sama Chicken Wings, ini macam chicken wings beku yang banyak dijual di supermarket, dibakar pake saus barbeque, tarok piring dehh, heeee sok tahu bener yaaa aku.... Yahh intinya kedua makanan ini bisa dibikin sendiri di rumah dengan rasa yang lebih enak pastinya. Pulang dari Zoe mampir ke Sop Durian Lodaya, di Margonda juga. Aku posting di hari ke-4 yaaaa, soalnya aku ke tempat ini lagi keesokan harinya sama Dewi, biar sekalian aja gitu, hehehehe
Sampai jumpa di postingan selanjutnya :)
.
.
#Selera setiap orang berbeda-beda yaaa, orang lain bisa berpendapat berbeda mengenai makanan yang sama.
»»  Read More...

Apr 11, 2014

Hari 2 Liburan - Nonton Film "Jalanan"


Hari kedua.....
Kamis pagi disibukkan sama pekerjaan rumah, ga ada abisnya yaaa yang namanya kerjaan rumah tangga. Aku baru selesai ngerjain semuanya jam 12-an. Waktu lagi ngaso ngobrol sama sahabat tercinta lewat WhatsApp, aku utarakanlah keinginan terpendam aku, nonton film "jalanan". Kebetulan baru perdana tayang dan cuma main di 3 bioskop untuk sementara ini : XXI Blok M Square, XXI Plaza Senayan, dan Blitz Megaplex Grand Indonesia. Setelah melalui perdebatan yang alot diputuskanlah nonton di Blok M Square jam 16.45, dengan alasan dekat dari rumah sahabat saya dan harga tiketnya paling murah dibanding dua bioskop lainnya. 
Aku langsung mandi dan siap-siap, setelah ok semua, starter si "Revi", meluncur ke stasiun. Tadinya si "Revi" mau aku titipin di Penitipan Motor yang biasa aku pakai jasanya, tapi koq pintu masuknya aja ketutupan motor juga yaaa, ya sudah lah dicoba titip di parkiran KAI, agak takut juga sihhh, takut ga bisa markir di tempat minim, maklum masih amatir, hehehehe
Yang namanya rejeki ga kemana yaaaa, dapet parkir dekat pintu keluar dan tempatnya lumayan lega, parkir pun dilalui tanpa problem. Selesai parkir kereta datang, alhamdulillah rejeki lagi, ga perlu nunggu lama.
Aku turun di stasiun kalibata disambung naik kopaja dan ojeg untuk sampai di rumah sahabat tercinta. Jam 2 siang aku sampai di sana, ngobrol-ngobrol dan baru berangkat ba'da ashar. Lokasi rumah teman aku ini strategis banget, ke Blok M memakan waktu 15 menit saja *mupenk
Sampai di Blok M Square tanya satpam di manakah lokasi bioskop, di lantai 5 yaaa....
Langsung beli tiket, masih sepi cyin.... wajar sihh secara baru tayang perdana dan orang-orang masih berjibaku sama kerjaan kantor atau macet jalanan ibukota.
Karena masih 45 menit dari jadwal main, kita hunting makanan dulu. Sahabat aku itu beli Kebab Baba Rafi, aku yang perutnya bermasalah karena nekat minum susu putih padahal intoleran laktose lebih memilih ga makan, minum aja dahhh, hehehehe
Kenapa pengen nonton film "jalanan"?
Aku tahu film ini dari twitter, lupa dari tweetnya siapa, tanggal 9 kemarin Timeline sebagian besar isinya tentang "jalanan" dan komentarnya ga ada yang jelek, bagus-bagus semua, aku penasaran banget dong, buka websitenya www.jalananmovie.com. ini sinopsisnya yang aku copas dari web.
SEBUAH FILM OLEH DANIEL ZIV
JALANAN berkisah tentang Jakarta dan potret Indonesia melalui mata 3 pengamen muda yang humoris dan gigih menjalani hidup; Titi, Boni, dan Ho. Film ini mengikuti ketiganya secara intim dan mengangkat keseharian mereka yang terpinggirkan dari hiruk-pikuk Ibukota, tanpa rekayasa.
Menggunakan lagu-lagu orisinil berkarakter kuat karya trio musisi tsb sebagai kemudi ceritanya, JALANAN menelusuri kesepian, duka, asmara, kisruh perceraian, meriah perkawinan, hingga dorongan seksual mereka di tengah riuh-rendah Jakarta yang dikendalikan oleh globalisasi dan korupsi.
Jadi "Jalanan" adalah film dokumenter yang proses pembuatannya memakan waktu yang ga sebentar, 6 tahun. Film ini meraih penghargaan dalam Busan International Film Festival, Oktober tahun lalu di Korea. Keren yaa....
Lalu gimana filmnya?
Aku ga berkapasitas ngomongin film sihh, ga punya ilmumya, tapi boleh dong ngasih pendapat, hihihi
Secara umum film ini keren.... Tema yang diangkat ga baru sihh banyak film dengan tema serupa tapi dikemas dengan cara yang berbeda. Film ini menonjolkan kehidupan nyata yang benar-benar terjadi dan jujur apa adanya. Pemainnya bukan artis-artis terkenal settingnya pun unik : jalanan, bis, kolong jembatan, terminal, dll. Sebagian besar dari settingnya aku tahu, jadi lebih berasa benar-benar liat kehidupan nyata dalam bentuk film. Apalagi sahabat saya yang tesisnya tentang anak jalanan membenarkan kehidupan di jalan memang begitu adanya kayak yang di film. Orang-orang di sekitarnya pun aktingnya natural, kayak ga tahu lagi dishoot, ini poin plusnya. Dialek yang dipakai apa adanya, ga dilebih-lebihin, pemainnya emang terbiasa pakai dialek itu, ga maksa gitu macam orang jawa tapi dialeknya bahasa padang, tapi logat tetep medhok jawa, hihihi
Film ini sarat makna, melihat kehidupan mereka membuat kita termenung dan sadar bahwa hidup di jalanan ga gampang, perjuangan untuk hidup benar-benar dilakuin, istilahnya bisa makan aja udah alhamdulillah, beda sama kita, insya allah untuk makan terpenuhi lahhh yaaa, meskipun lauknya itu-itu aja : tahu, tempe, telor, bakwan, dll.
Mereka tuhhh hidupnya terlihat lebih simpel, ga ribet, ga ada matinya berjuang untuk hidup supaya ga mati. Perjuangannya Titi untuk bisa lulus Paket C meskipun usia udah 30 tahun patut diacungi jempol, malu buat yang punya kesempatan sekolah tapi malas-malasan. Ooo iyaa aku terharu waktu Ho nikah mas kawinnya uang Rp 10.000, dan cewenya bilang "jangan ketawa dong, ga ada kan yang kayak gue" kurang lebih begitu, aku lupa dialog pastinya. Ho manly banget berani menikahi perempuan dengan tiga anak dengan mas kawin yang apa adanya. Padahal sebelumnya dia pemakai jasa "kupu-kupu malam".
Aku berharap di akhir film digambarkan hubungan ketiga pengamen ini, mereka jadi bersahabat gitu. Menurut aku mereka ga saling kenal, tapi ada adegan Ho bantuin Boni bikin "Hyatt" di kolong jembatan. Kalau emang ini fragmen kehidupan yang terpisah biarkan terpisah, di akhir film dikasih closing words untuk menarik simpulan dari mereka bertiga, biar endingnya dapat (ini asli ga penting, hehehe)...
Yang mau nonton ayooo rame-rame ke tiga bioskop itu yaaa mumpung baru tayang. Tapi jangan ajak anak-anak yaaa, sepanjang film disuguhi adegan merokok dan ada dialog yang ga sepatutnya didengar anak-anak.....
Semoga bisa menjadi referensi....
Bravo.... Maju terus film Indonesia....
.
.
#makasih buat sahabat tercinta, udah mau nemenin aku.... besok-besok nonton lagi yaaa, hehehehe
Gw rahasiain nihhh nama lu..... semoga suami lu ga nemu tulisan ini :) 
»»  Read More...
 

Copyright © 2008 Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez | Blog Templates created by Web Hosting Men