Feb 16, 2026

Hanya Perlu Dihadapi


 Assalammualaikum.....

Rindu dengan blog hijauku. Ternyata masih ada yang melirik blog ini, aku pun semangat untuk curhat menulis lagi.Terakhir posting Maret 2022 juga karena ada yg pakai foto dari blog ini. Kulihat-lihat lagi, ok dan ngomong ke diri sendiri "Ok harus banyak menulis di sini".

Alhamdulillah salah satu resolusiku yang terus berulang dari tahun ke tahun semenjak 2019 tercapai. Ambil Ijazah S2. Entah kenapa rasa takut seperti trauma begitu menghantui, demotivasi dan semangat menguap. Merasa sudah berusaha tapi yaa begitu berakhir dengan "udah lah biarin aja". Padahal yaa sebenarnya nggak susah-susah amat. Tidak perlu dipikirkan, hanya dihadapi. Ketakutan selama 8 tahun bisa diselesaikan dalam waktu  kurang dari dua minggu

Tempat Berjuang Semasa Hamil dan Menyusui Ghifaz
Terkadang kita sendiri yang terlalu takut dengan pemikiran kita hingga kita terbelenggu dan enggan berbuat sesuatu dalam menghadapi persoalan. Sibuk sendiri dengan penilaian yang tiba-tiba muncul di kepala "ahhh nanti begini, nanti begitu". Padahal jika ada permasalahan tidak perlu menyalahkan, petakan kondisi-sebab-dampak-solusi. Dalam bekerja pun bisa banget diterapkan tentu dengan mempertimbangkan POV dari pihak-pihak yang terlibat, ceritanya berpikir dengan helicopter view, yaitu konsep berpikir dengan memandang segala sesuatu secara menyeluruh. Tidak perlu men-judge, cukup dijelaskan dengan baik. Tidak lupa kata sakti : maaf, tolong, terimakasih.

Dari sini aku belajar, apa pun itu yuuk dihadapi. Masih ingat ketika akan ke kampus menyelesaikan segala urusan, salah satu teman bilang "Macet ji ke arah sana". Langsung kujawab "Gpp akan kuhadapi", sudah dalam kondisi maju terus, apa pun tak akan membuatku gentar, hahaha. Sekarang menjadi motto, akan kuhadapi, hehehehe. 

Semangat.... Ramadhan sebentar lagi.....



0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © 2008 Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez | Blog Templates created by Web Hosting Men