Feb 14, 2013

Kenangan Indah Tak Terlupa (written by Enggar Pamulatsih, 27 Juli 2009))


 hari ini ga sengaja buka-buka FB, baru aktif FB lagi semenjak Desember kemarin, itu juga ga aktif-aktif banget cuma sebagai penonton, hihihihi
Tadi iseng aja buka-buka kronologi, dan nemuin tulisan ini. Maafin aku.... aku baru baca setelah hampir 4 tahun, hihihihi
Setelah baca ini langsung menitikkan air mata, terharu, ga percaya, i'm not a good friend, hiks...
Makasih Enggar buat semuanya.....

Empat tahun menempuh cerita di perkuliahan, mengenalmu dengan baik sejak awal tahun kedua. Senang mengenalmu, kepribadianmu yang baik meski memang tak ada gading yang tak retak untuk kita sebagai manusia. Begitu banyak perjalanan carita yang kita tempuh bersama selama 3 tahun hingga akhirnya aku harus berpisah denganmu.

Masa-masa kuliah yang tak terlupakan, mengerjakan tugas bersama, berbagi bagian tugas untuk kemudian dijadikan satu, membuat tim sendiri meski secara formal tim kita terpisah, jatah membolos yang tidak ditempuh bersamaan agar saling bisa berbagi informasi, saling mengajari jika tidak mengerti, membawakan kue saaat kuliah, berangkat dan pulang kuliah bersama meski terkadang aku sering lupa jalan, meski selalu bekerja sama dalam tugas tapi sama sekali tidak pernah bekerja sama dalam ujian, saling titip absen juga untuk hal yang memang penting, dan saling membela di depan dosen. Meski demikian, kita juga pernah bersinggungan (menurutku), ketika kita saling diam meski kita tetap berangkat dan pulang bersama, serta duduk bersebelahan. Hingga akhirnya kita tersadar, itu tidak penting dan suasana pun seperti biasa tanpa pernah membahas apa yang terjadi sedikitpun seolah memang tak pernah terjadi apa-apa.

Betapa kita saling menghargai keputusan masing-masing, tidak mengusik permasalah pribadi meski kita begitu dekat. Tidak pernah menanyakan permasalahan pribadi hingga salah satu dari kita bercerita terlebih dahulu dan benar-benar saling menghargai. Setiap waktu aku membutuhkan seseorang, engkau selalu hadir dan menemaniku sampai aku pun terlelap tidur dalam lelahku. Berbagi cerita bersama, menikmati keindahan alam bersama, jalan-jalan menikmati kota Malang bersama, bertukar pikiran bersama, dan saling menghargai dan menghormati keputusan masing-masing. Mungkin mereka benar, bagai botol dengan tutup yang klop dan saling melengkapi.

Ketika aku terserang sakit dan harus ke rumah sakit, engkaulah yang menemani proses tes darah, mengurusi hasil lab, memilihkan dokter, memilihkan ruang rawat inap, membawakan madu dan roti, mengerjakan tugas akhir milikku, termasuk pula mengurus izin perkuliahanku.
Begitu pula saat aku mendadak sakit di kampus, engkaulah yang ada di pikiranku sebagai orang yang akan membawaku pulang. Kuhubungi dirimu, dan dengan mudah dan mantabnya kamu mengiyakan untuk segera menjemputku ke kampus berjalan kaki di siang hari yang sangat panas. Kau bonceng aku naik motor meski aku tau kamu sangat tidak ahli naik motor dan itu berbahaya, tapi aku tak punya pilihan. Kau antarkan aku ke kosanmu, dan aku muntah dan hampir pingsan di sana.
Terpaksalah aku istirahat di sana hingga ketika aku tersadar ternyata sudah ada makanan dan minuman yang kau sediakan untukku dan di luar sana kakak-kakakku sudah menjemputku untuk pulang. Hmm...betapa aku merepotkanmu sekali.

Perjuangan dalam masa-masa akhir yang tak terlupakan juga, saling menyemangati ketika salah satu dari kita terasa letih. Tidak boleh ada kata lelah dalam berusaha. Dan sidang akhir pun tiba. Ketika kita memang ditakdirkan untuk berjuang bersama. Jangan menyerah, tetap semangat, itulah kata-kata yang kita lantunkan ketika nama kita dipanggil untuk ujian akhir. Hari terakhir proses akademis, yudisium, kita berada di ruang dan waktu yang sama dengan susunan dewan penguji yang sama serta dengan nilai akhir yang sama pula.

Semua sudah selesai, perjuanganmu di sini pun selesai. Engkau harus kembali, dan aku saat ini sangat merindukanmu.

Sukses selalu untukmu.

Betapa berharga semangat yang kau ajarkan kepadaku.

Jangan lupa janji kita, untuk membawakan cerita sukses saat kita beserta keluarga masing-masing bertemu kelak.

Bertemu karena Allah, berpisah karena Allah, dan saling mencintai sebagai saudara karena Allah.

Semoga Allah memudahkan kita. Amiin.

Untuk sahabatku

 

*iki foto pas kapan yooo gar??

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © 2008 Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez | Blog Templates created by Web Hosting Men