Feb 11, 2014

Skolioser


Saatnya bercurhat ria tentang skoliosis...... Itu lho kelainan tulang yang aku bilang di postingan terakhir  tahun lalu, hihihi
Sekitar bulan Maret / April 2013 berasa aneh kalau jalan kaki, tulang ekor berasa bunyi "klek-klek" kayak engsel tulangnya mau patah aja. Periksalah aku ke dokter yang ada di kantor, waktu itu dikasih obat tulang, padahal aku pengennya dirongent, obatnya ga aku minum dan aku ga balik lagi ke dokter, hehehehe #bandel... Aku pun ngerasa biasa aja dan ga peduli sama bunyi "klek-klek" saat jalan.

Bulan Oktober maagh kambuh, aku ke dokter langganan dari kecil, setelah terima resep untuk obat maagh aku tanya ke dia "dok kenapa tulang saya bunyi kalau jalan?"
"Usia kamu berapa?"
"25"
"Kemungkinan karena skoliosis, kamu rongent yaaa , ke dokter ortopedi, pakai alas kaki yang flat yaaaa, jangan pakai heel kalau bisa tidur di papan jangan di kasur"
Aku cuma bengong dan manggut-manggut. Besoknya aku turutin pakai alas kaki yang datar, bunyi "klek-klek"-nya berkurang lho.... Untuk tidur di papan masih mikir-mikir.

Aku ke dokter umum yang sama di kantor dan minta rongent, abis mikirnya kalau rongent kan bisa di kantor, nanti hasilnya baru dibawa le dokter ortopedi (tapi sampai sekarang belum ke dokter ortopedi juga) aku jelasin kemungkinan aku skoliosis, dokternya bengong dan akhirnya si dokter pun bikin surat pengantar untuk rongent. Hasilnya tulang belakang aku bengkok dan didiagnosis skoliosis serta disarankan untuk mengikuti program skoliosis (keterangan dari dokter radiologinya begitu). 

Hasil Rongent
Aku dirujuk ke bagian rehabmedik untuk terapi. Aku diajarin gerakan-gerakan buat ngelawan tulang bengkok, diterapi dengan cara dipanasin dan disetrum punggungnya pakai alat yang aku ga tahu namanya apa. Aku harus jalanin terapi itu setiap hari, selesai terapi sihhh berasa enak, tapi begitu malam pas mau tidur tulang punggung rasanya ngilu semua sampai nangis-nangis. Aku minta dielus-elus punggungnya sama ibu untuk mengurangi rasa sakit sampai aku tertidur. 

Terapi dipanasin dan disetrum aku jalanin 10 kali, aku sendiri ga tahu itu terapi fungsinya apa, yang jelas bunyi "klek-klek" pas jalan udah ga ada lagi. Dokter rehab mediknya bilang "terapinya udah selesai, kalau kamu ada keluhan baru ke sini lagi, rajin berenang gaya bebas yaaa..... latihan-latihannya jangan lupa dijalanin" Jadi alasan utama kenapa aku sekarang les renang :D
Sekarang aku tidurnya di kasur kapuk yang keras gitu, yaaa ga sekeras papan sihhh, tapi lumayan dahhh :)
Untuk latihannya belum aku jalanin, masih sebatas niat saja..... *jangan bilang-bilang terapisnya....

Pas aku mengidap skoliosis aku langsung googling ini tuh penyakit apa, bahayanya apa, pengobatannya gimana, pokoknya all about skoliosis. Sampai aku nemu komunitas Masyarakat Skoliosis Indonesia, waaaaa ternyata aku ga sendiri, banyak temannya (tentang skoliosisnya sendiri nanti aku bikin posting terpisah). Kebanyakan dari mereka tahu berapa derajat kemiringan tulang belakangnya, lhaaa aku ga tahu, mau tanya ke dokter rehabmedik tapi dokternya kurang asyik. Rencananya sihhh mau coba konsul ke dokter ortopedi di Rumah Sakit Siaga, dr. Jose Rizal yang terkenal itu, hihihihi 
Tapi belum tahu kapan..... pengennya sih secepatnya, tapi ada aja halangannya.... Abis ga ada keluhan sihhh #banyak alasan

Semmmmaaangaatttt ngelurusin tulang :D

3 comments:

  1. Replies
    1. penyebab pastinya apa ga tahu mas, yang jelas bisa karena jatuh, kebiasaan, atau memang bawaan. aku sendiri pernah jatuh dari pohon 2 kali, tapi ga tahu itu penyebabnya apa bukan :(

      Delete
    2. Walahhh, suka manjat pohon rupanya... tp jangan pk gelantungan ya? Gk enak dilihatnya ^_^

      Delete

 

Copyright © 2008 Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez | Blog Templates created by Web Hosting Men